Kasus › Jawa Barat › Kota Cirebon

Siswa dan warga lain sakit setelah makan MBG di Harjamukti, Kota Cirebon

Keracunan A Sumber resmi + media Sedang ditangani

Ringkasan

Dinkes Kota Cirebon mencatat 426 orang terdampak (hitungan sebelumnya 432) setelah makan MBG sup telur puyuh dari SPPG Kalijaga 5 pada 20 Oktober 2026, dengan pasien rawat inap terbanyak 218 orang; dapur itu dihentikan BGN dan sertifikat higienenya dicabut setelah ditemukan pelanggaran SOP.

Fakta yang dilaporkan

Tanggal kejadian
20 Okt 2026
Lokasi
Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat
Tingkat kecamatan
Sekolah/lokasi
kindergartens, primary schools and posyandu in Kalijaga (incl. SDN Kalijaga Permai)
Dapur (SPPG)
SPPG Kalijaga 5
Jumlah sakit
426 siswa, guru, toddlers, parents, SPPG staff
menurut dinkes
Dirawat di fasilitas kesehatan
218
Meninggal
Tidak ada yang dilaporkan meninggal
Makanan yang diduga
sup telur puyuh (kuah masam; telur dibeli dalam keadaan sudah diolah dari pemasok luar)
Hasil lab
belum keluar (sampel makanan dari dua sesi memasak dikirim ke Labkesda Jawa Barat; hasil kultur memerlukan sedikitnya 14 hari)
Tindakan terhadap dapur
dihentikan oleh BGN; kepala SPPG dicopot; sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dicabut oleh Dinkes Kota Cirebon; penutupan permanen sedang dipertimbangkan; BGN menanggung biaya pengobatan; Korwil SPPG Kota Cirebon menyiapkan evaluasi SOP seluruh dapur
Tanggapan resmi
dalam penyelidikan; 2 orang masih dirawat per 28 Oktober (Dinkes); DPRD Kota Cirebon meminta evaluasi SOP seluruh SPPG di kota itu

Linimasa

  1. 20 Okt 2026
    Anak-anak di Kalijaga, Cirebon, ditangani di empat rumah sakit setelah makan MBG. Sumber ↗
  2. 21 Okt 2026
    Jumlah orang yang sakit bertambah; rumah sakit membantah sebuah isu yang beredar. Sumber ↗
  3. 21 Okt 2026
    Kadinkes Kota Cirebon menyebut total 270 orang terdampak. Sumber ↗
  4. 21 Okt 2026
    SPPG Kalijaga dihentikan sementara. Sumber ↗
  5. 22 Okt 2026
    Ombudsman mendesak evaluasi dalam kasus di Cirebon. Sumber ↗
  6. 23 Okt 2026
    Dapur terancam ditutup permanen. Sumber ↗
  7. 23 Okt 2026
    Kepala SPPG di Cirebon dicopot. Sumber ↗
  8. 24 Okt 2026
    Dinkes Kota Cirebon menyebut jumlah pasien mencapai 432 orang. Sumber ↗
  9. 26 Okt 2026
    DPRD Kota Cirebon meminta SOP seluruh SPPG di kota itu dievaluasi. Sumber ↗
  10. 28 Okt 2026
    Total 426 orang terdampak; SLHS SPPG dicabut. Sumber ↗
  11. 28 Okt 2026
    Kepala BGN mengungkap dugaan penyebab kasus di Bogor dan Cirebon. Sumber ↗
  12. 28 Okt 2026
    BGN mencopot kepala SPPG di Bogor dan Cirebon dan memberhentikan ahli gizi. Sumber ↗

Sumber (16 tautan dari 5 media/lembaga)