Kasus › Jawa Barat › Kabupaten Sukabumi

Siswa dan guru sakit setelah makan MBG di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi

Keracunan B 2 media atau lebih Selesai

Ringkasan

Siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh jatuh sakit setelah makan MBG yang disajikan pada 2 Oktober 2026 dan baru dilaporkan ke Dinkes lima hari kemudian; Dinkes kemudian mencatat 212 kasus, menyebut dimsum yang kurang matang sebagai penyebab, dan menemukan E. coli pada air dan peralatan dapur.

Fakta yang dilaporkan

Tanggal kejadian
2 Okt 2026
Pertama dilaporkan
7 Okt 2026
Lokasi
Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Tingkat kecamatan
Sekolah/lokasi
SMKN 1 Gunungguruh
Dapur (SPPG)
SPPG Gunungguruh Cikujang 1
Jumlah sakit
212 siswa, guru
menurut dinkes
Dirawat di fasilitas kesehatan
5
Meninggal
Tidak ada yang dilaporkan meninggal
Makanan yang diduga
dimsum mentai kurang matang; kentang wedges
Hasil lab
sampel makanan tidak dapat diuji (dilaporkan setelah batas penyimpanan sampel 48 jam); E. coli pada air sumur, pisau, talenan, dan ompreng dapur
Tindakan terhadap dapur
SPPG dihentikan 30 hari oleh BGN mulai 7 Oktober 2026 (BGN menyebut keterlambatan laporan dan makanan dimakan sekitar pukul 15.00 WIB, melewati batas pukul 13.00 pada label ompreng); Dinkes memerintahkan penghentian penggunaan air sumur, perbaikan sanitasi/sterilisasi, dan pelatihan ulang penjamah makanan
Tanggapan resmi
telah pulih

Linimasa

  1. 2 Okt 2026
    Siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh jatuh sakit setelah makan MBG. Sumber ↗
  2. 9 Okt 2026
    BGN menyayangkan laporan kasus di SMKN 1 Gunungguruh terlambat. Sumber ↗
  3. 18 Okt 2026
    detik memberitakan penyebab kasus yang melibatkan 212 siswa dan guru di Sukabumi. Sumber ↗

Sumber (2 tautan dari 2 media/lembaga)