Kasus › Nasional
Lima tersangka dalam kasus pengadaan motor listrik BGN
Korupsi A Sumber resmi + media Sedang ditangani
Ringkasan
Jaksa militer dan sipil menetapkan lima tersangka dalam pengadaan motor listrik BGN senilai Rp1,22 triliun, yang dilaporkan baru terkirim 2.117 dari 21.801 unit yang dikontrak, dengan kerugian negara dihitung Rp863,8 miliar, dan menyerahkan mereka ke penuntut umum pada 9 Oktober 2026.
Fakta yang dilaporkan
- Pertama dilaporkan
- 2 Okt 2026
- Lokasi
- NasionalNasional
- Tanggapan resmi
- diserahkan ke penuntut umum pada 9 Oktober 2026; menunggu persidangan; jaksa menghitung kerugian negara Rp863,8 miliar (dugaan kerugian)
- Proses hukum
- Tersangka ditetapkanPihak yang disebut berstatus terduga sampai ada putusan pengadilan.
- Nilai
- Rp1,22 triliunNilai kontrak dipersoalkan, menurut sumber
Linimasa
- 2 Okt 2026Kejagung menetapkan lima tersangka dugaan korupsi pengadaan motor di BGN. Sumber ↗
- 9 Okt 2026Kejagung menyerahkan tersangka pengadaan motor listrik di BGN ke JPU. Sumber ↗
- 10 Okt 2026Lima tersangka dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN segera disidang. Sumber ↗
- 10 Okt 2026Liputan6 memberitakan lima tersangka diserahkan ke penuntut umum. Sumber ↗
Sumber (5 tautan dari 4 media/lembaga)
jam pidmil tetapkan 5 tersangka perkara pengadaan motor list ... ↗
Kejaksaan · 2 Okt 2026 · RESMI
Kejagung tetapkan lima tersangka korupsi pengadaan motor di BGN ↗
Antara · 2 Okt 2026
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik BGN Segera Disidang ↗
detik · 10 Okt 2026
Kejagung serahkan tersangka pengadaan motor listrik di BGN ke JPU ↗
Antara · 10 Okt 2026
5 Tersangka Korupsi Motor Listrik BGN Diserahkan ke Penuntut Umum ↗
Liputan6 · 10 Okt 2026
Pihak yang disebut
Kolonel Cpl Budi Utomo (BGN deputy secretary and commitment-making officer)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.
Andri Mulyono (commissioner, PT ASE and PT Yasa Artha Trimanunggal)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.
YY (director, PT YAT)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.
AA (director, PT ASE)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.
GB (director, PT ASE)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.
PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) (winner of the BGN motorbike procurement)
Terduga, belum ada putusan pengadilan.