Kasus › Sumatera Utara › Kabupaten Karo

Siswa sakit setelah makan MBG di Berastagi, Kabupaten Karo

Keracunan A Sumber resmi + media Sedang ditangani

Ringkasan

Dinkes Sumut mencatat 361 siswa di Berastagi dirawat setelah makan MBG berlauk ikan pada 13 Agustus 2026, uji laboratorium menemukan tiga jenis bakteri pada makanan, BGN menutup dapur itu, dan dua siswa kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta.

Fakta yang dilaporkan

Tanggal kejadian
13 Agu 2026
Lokasi
Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
Tingkat kecamatan
Sekolah/lokasi
SMAN 1 Berastagi; SMA Swasta Bersama; SMK Swasta Bersama and two junior high schools
Dapur (SPPG)
SPPG Berastagi Sempajaya (area Kodim 0205/Tanah Karo)
Yayasan pengelola
Yayasan Manunggal Kartika Jaya
Jumlah sakit
361 siswa
menurut dinkes
Makanan yang diduga
gulai ikan dencis (menurut BGN, ikan dibiarkan tidak dibekukan 10–12 jam)
Hasil lab
Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada kuah ikan, E. coli pada melon; S. aureus pada sampel muntahan (Labkesda Sumut)
Tindakan terhadap dapur
dapur ditutup dan kepala SPPG dicopot oleh BGN; ditutup permanen oleh BGN (SK 63515, diumumkan 23 September 2026), 2.997 penerima manfaat dialihkan ke dapur lain
Tanggapan resmi
dalam penyelidikan

Linimasa

  1. 13 Agu 2026
    Siswa di Berastagi, Karo, dirawat setelah makan MBG berlauk ikan. Sumber ↗
  2. 9 Sep 2026
    Hasil laboratorium menemukan E. coli, Staphylococcus, dan Bacillus cereus. Sumber ↗
  3. 12 Sep 2026
    Gubernur Sumut menyampaikan perawatan pasien di RSCM Jakarta. Sumber ↗
  4. 18 Sep 2026
    Wakil Presiden melepas kepulangan dua siswi dari RSCM. Sumber ↗
  5. 23 Sep 2026
    BGN menghentikan operasional empat SPPG secara permanen. Sumber ↗
  6. 23 Sep 2026
    Antara memberitakan empat SPPG dihentikan permanen karena tidak memenuhi keamanan pangan. Sumber ↗
  7. 23 Sep 2026
    BGN menutup permanen dapur MBG terkait kasus di Karo. Sumber ↗
  8. 17 Okt 2026
    Media Indonesia memberitakan tiga bakteri ditemukan pada sampel makanan. Sumber ↗

Sumber (8 tautan dari 6 media/lembaga)